Kejadian
kecelakaan tertabraknya kendaraan bermotor oleh kereta api di pintu
pelintasan kereta api ini terjadi berulang-ulang dan terus terulang
sehingga melahirkan legenda keangkeran pintu pelintasan kereta api ini.
Banyak orang percaya bahwa "setiap kendaraan yang nekad melintas pintu
kereta api dan kereta api sudah dekat dengan kendaraan tersebut, pasti
mesinnya mati dan tidak bisa dihidupkan lagi". ada yang berpendapat
matinya mesin akibat "medan magnet", getaran rel kereta api, sopir yang
tidak cakap (gugup) bahkan gangguan unsur gaib seperti "para arwah
penunggu rel kereta".
Sebenarnya apa yang menyebabkan matinya mesin kendaraan tersebut ? Kami mencoba membahasnya untuk anda pada artikel kami ini.
Mesin kendaraan bermotor tiba-tiba mati di lintasan rel kereta api dan sulit dihidupkan lagi itu disebabkan adanya pengaruh gesekan antara roda kereta dengan relnya. "Jadi, bukan semata-mata karena sopirnya gugup sehingga tidak bisa menghidupkan mesin kendaraannya, " kata Dr Ir Djoko Sungkono, kepala Laboratorium Motor Bakar Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS).
Selama ini sering terjadi kendaraan bermotor tiba-tiba mati mesinnya saat melintas di atas rel kereta api. Itu terjadi terutama ketika ada kereta yang mau lewat. Pengendaranya kesulitan menghidupkan kembali mesin kendaraannya itu. Akibatnya, kendaraan bermotor itu ditabrak kereta dalam hitungan sekian puluh detik berikutnya.
"Mengapa mesin bermotor susah dihidupkan?" Kata Djoko, terjadi impedansi yang ditimbulkan oleh pergesekan roda kereta api dan relnya. Dan, impedansi itu yang cukup untuk mengakibatkan mesin mobil yang mati sulit menyala kembali. Kejadian itu terutama berpengaruh pada mobil atau kendaraan yang berbahan bakar bensin, meskipun kendaraan berbahan bakar solar juga ada yang terpengaruh. "Pada kendaraan yang berbahan bakar bensin, starternya digerakkan oleh dinamo," paparnya. Dari dinamo ini dihasilkan medan magnet yang selanjutnya menggerakkan mesin mobil. Djoko mengatakan, hal tersebut tidak jadi masalah bila mesin mobil tersebut tidak mati. Namun bila mesin tersebut mati maka akan sulit untuk dihidupkan lagi. Medan impedansi tersebut tidak diperlukan jarak yang dekat untuk itu. Hal tersebut sudah mulai dapat berpengaruh ketika kereta api masih berjarak 1,5 km lokasi lintasan di mana kendaraan bermotor itu melintas rel.
Pengapian pada mesin bensin menggunakan percikan bunga api dari busi yang ditimbulkan oleh listrik bertegangan tinggi (high voltage) yang diproduksi oleh "coil". Medan listrik statis yang ditimbulkan oleh rel karena gesekan roda kereta api dengan rel dapat mempengaruhi/ mengganggu produksi (besarnya) bunga api pada busi, sehingga mesin mudah mati. Tetapi hal ini hanya terjadi bila putaran (RPM) mesin rendah (putaran mesin idle), Akibatnya mesin sulit menyala bila di-start.
Bagaimana jika kejadian tersebut menimpa anda ? berikut beberapa solusi yang mungkin berguna bagi anda :
Menyelamatkan diri dengan mendorong mobil adalah salah satu cara yang baik, namun sebelum turun JANGAN LUPA memposisisikan tuas transmisi pada posisi gigi NETRAL. Dan jangan berusaha menghidupkan mesin! Yang anda lakukan adalah, keluar! dan mendorongnya! Kalopun anda gak sempat mendorong, setidaknya anda sudah berada diluar kendaraan dan bisa sewaktu-waktu lari menghindar menjauh dari pelintasan kereta api (anda selamat).
Cara lain adalah bila kondisi accu (aki) masih bagus, anda tidak perlu turun dari mobil, masukkan tuas transmisi pada posisi gigi 1 (satu), kemudian start mobil (pedal coupling JANGAN diinjak). Maka mobil akan berjalan karena digerakkan oleh dinamo starter. Setidak-tidaknya mobil berjalan sampai menyeberangi rel kereta. Tetapi cara ini hanya bisa dilakukan untuk mobil yang bertransmisi MANUAL, TIDAK untuk mobil bertransmisi MATIC.
Untuk mobil matic maka penyelamatan hanya dengan cara mendorong, dan jangan lupa tuas transmisi pada posisi NETRAL (N), bukan parking (P). Putaran idle mesin mobil matic biasanya lebih tinggi daripada mobil manual, sehingga mesin tidak mudah mati.
Untuk menjaga supaya kejadian ini tidak menimpa anda sebaiknya hentikan kendaraan anda dan tunggu sampai kereta api tersebut melintas.
Bila kendaraan kita sudah terlanjur mogok di perlintasan kereta. Anda harus menekan klakson berkali-kali, bisa mengurangi efek impedansi listrik dari rel kereta api yang mengganggu terhadap dinamo starter pada kendaraan kita.
Ketika anda akan melintasi pintu pelintasan kereta api sebaiknya tenggok kanan kiri (barangkali ada kereta mau lewat).
Penulis : Yohanes Gitoyo, S Pd.
sumber : http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2012/03/kajian-ilmiah-matinya-mesin-kendaraan.html?spref=fb
Sebenarnya apa yang menyebabkan matinya mesin kendaraan tersebut ? Kami mencoba membahasnya untuk anda pada artikel kami ini.
Mesin kendaraan bermotor tiba-tiba mati di lintasan rel kereta api dan sulit dihidupkan lagi itu disebabkan adanya pengaruh gesekan antara roda kereta dengan relnya. "Jadi, bukan semata-mata karena sopirnya gugup sehingga tidak bisa menghidupkan mesin kendaraannya, " kata Dr Ir Djoko Sungkono, kepala Laboratorium Motor Bakar Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS).
Selama ini sering terjadi kendaraan bermotor tiba-tiba mati mesinnya saat melintas di atas rel kereta api. Itu terjadi terutama ketika ada kereta yang mau lewat. Pengendaranya kesulitan menghidupkan kembali mesin kendaraannya itu. Akibatnya, kendaraan bermotor itu ditabrak kereta dalam hitungan sekian puluh detik berikutnya.
"Mengapa mesin bermotor susah dihidupkan?" Kata Djoko, terjadi impedansi yang ditimbulkan oleh pergesekan roda kereta api dan relnya. Dan, impedansi itu yang cukup untuk mengakibatkan mesin mobil yang mati sulit menyala kembali. Kejadian itu terutama berpengaruh pada mobil atau kendaraan yang berbahan bakar bensin, meskipun kendaraan berbahan bakar solar juga ada yang terpengaruh. "Pada kendaraan yang berbahan bakar bensin, starternya digerakkan oleh dinamo," paparnya. Dari dinamo ini dihasilkan medan magnet yang selanjutnya menggerakkan mesin mobil. Djoko mengatakan, hal tersebut tidak jadi masalah bila mesin mobil tersebut tidak mati. Namun bila mesin tersebut mati maka akan sulit untuk dihidupkan lagi. Medan impedansi tersebut tidak diperlukan jarak yang dekat untuk itu. Hal tersebut sudah mulai dapat berpengaruh ketika kereta api masih berjarak 1,5 km lokasi lintasan di mana kendaraan bermotor itu melintas rel.
Pengapian pada mesin bensin menggunakan percikan bunga api dari busi yang ditimbulkan oleh listrik bertegangan tinggi (high voltage) yang diproduksi oleh "coil". Medan listrik statis yang ditimbulkan oleh rel karena gesekan roda kereta api dengan rel dapat mempengaruhi/ mengganggu produksi (besarnya) bunga api pada busi, sehingga mesin mudah mati. Tetapi hal ini hanya terjadi bila putaran (RPM) mesin rendah (putaran mesin idle), Akibatnya mesin sulit menyala bila di-start.
Bagaimana jika kejadian tersebut menimpa anda ? berikut beberapa solusi yang mungkin berguna bagi anda :
Menyelamatkan diri dengan mendorong mobil adalah salah satu cara yang baik, namun sebelum turun JANGAN LUPA memposisisikan tuas transmisi pada posisi gigi NETRAL. Dan jangan berusaha menghidupkan mesin! Yang anda lakukan adalah, keluar! dan mendorongnya! Kalopun anda gak sempat mendorong, setidaknya anda sudah berada diluar kendaraan dan bisa sewaktu-waktu lari menghindar menjauh dari pelintasan kereta api (anda selamat).
Cara lain adalah bila kondisi accu (aki) masih bagus, anda tidak perlu turun dari mobil, masukkan tuas transmisi pada posisi gigi 1 (satu), kemudian start mobil (pedal coupling JANGAN diinjak). Maka mobil akan berjalan karena digerakkan oleh dinamo starter. Setidak-tidaknya mobil berjalan sampai menyeberangi rel kereta. Tetapi cara ini hanya bisa dilakukan untuk mobil yang bertransmisi MANUAL, TIDAK untuk mobil bertransmisi MATIC.
Untuk mobil matic maka penyelamatan hanya dengan cara mendorong, dan jangan lupa tuas transmisi pada posisi NETRAL (N), bukan parking (P). Putaran idle mesin mobil matic biasanya lebih tinggi daripada mobil manual, sehingga mesin tidak mudah mati.
Untuk menjaga supaya kejadian ini tidak menimpa anda sebaiknya hentikan kendaraan anda dan tunggu sampai kereta api tersebut melintas.
Bila kendaraan kita sudah terlanjur mogok di perlintasan kereta. Anda harus menekan klakson berkali-kali, bisa mengurangi efek impedansi listrik dari rel kereta api yang mengganggu terhadap dinamo starter pada kendaraan kita.
Ketika anda akan melintasi pintu pelintasan kereta api sebaiknya tenggok kanan kiri (barangkali ada kereta mau lewat).
Penulis : Yohanes Gitoyo, S Pd.
sumber : http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2012/03/kajian-ilmiah-matinya-mesin-kendaraan.html?spref=fb
Kecelakaan
kereta commuter line dengan truk tangki BBM di Bintaro Senin kemarin,
yang menewaskan tujuh orang dan puluhan lainnya luka-luka, jadi
pelajaran mahal bagi para pengendara kendaraan, terutama yang masih
nekat menerobos palang pintu kereta.
Agar tidak terjadi kecelakaan yang sama di kemudian hari, Autonetmagz memberikan tips defensive driving ketika melintasi perlintasan rel kereta api.
Pertama, jangan terobos palang. Ketika palang perlintasan kereta api sudah tertutup, jangan pernah menerobos meskipun kereta terlihat masih jauh atau masih terlihat berhenti di stasiun.
Karena banyak kemungkinan yang dapat terjadi, seperti kereta muncul dari arah berlawanan atau kereta datang lebih cepat dari yang dibayangkan.
Kedua, matikan musik. Ketika melewati perlintasan kereta api usahakan untuk selalu mematikan musik di dalam mobil atau saat mengendarai kendaraan roda dua.
Karena suara musik terutama yang terlalu keras dapat membuat suara peringatan perlintasan rel kereta api tidak terdengar, terutama untuk yang menggunakan earphone ketika menggunakan kendaraan.
Ketiga, perhatikan lampu rambu perlintasan kereta api. Sama seperti suara, perlintasan kereta api juga memiliki sistem pemberitahuan menggunakan dua buah lampu berwarna kuning yang menyala bergantian ketika kereta akan melintas.
Jangan remehkan tanda ini, karena jika alarm suara tanda kereta api tidak berfungsi, lampu ini berfungsi untuk menggantikannya.
Keempat, jangan asal maju ketika macet. Ketika terjadi kemacetan di pintu perlintasan kereta, biasanya pengendara cenderung ingin maju jika ada celah sedikit.
Perhatikan ruang jalan di depan Anda. Jika yakin setelah perlintasan kereta terdapat ruang untuk kendaraan mengantre di kemacetan, barulah majukan mobil.
Namun jika masih padat, jangan sekali-kali mengambil resiko dengan maju ke tengah perlintasan rel kereta api dan berhenti di tengahnya. Ini sangat berbahaya mengingat tidak tahu seberapa lama kemacetan akan menahan kendaraan Anda di tengah perlintasan rel kereta api.
Kelima, perhatikan samping perlintasan kereta api.
Meskipun tidak ada tanda bahaya, tetap lihat samping kanan-kiri rel kereta api.
Jika perlintasan kereta api yang Anda lewati ternyata bukan jalur resmi dan tidak dilengkapi dengan rambu-rambu, pastikan Anda melihat samping kanan dan kiri lebih detail dan ketika melintas upayakan pacu kendaraan sedikit lebih cepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Aji Mumpung
Keenam, hindari kesempatan aji mumpung. Biasanya ketika suara peringatan perlintasan kereta api sudah berbunyi, tetapi palang pintu masih belum tertutup, banyak pengendara yang tak sabaran dan langsung buru-buru tancap gas.
Ini sangat berbahaya, sebab bisa saja jatuh dari motor karena ngebut atau atap mobil terbentur pintu palang kereta api yang sedang menutup.
Terakhir, jangan ikuti kata "Pak Ogah". Terkadang di perlintasan kereta api seringkali menemukan "Pak Ogah" yang ikut mengatur lalu lintas.
Namun ingat, jangan menyerahkan sepenuhnya nyawa kita di tangan mereka. Tetap waspada dan perhatikan lingkungan sekitar. Apalagi ketika macet, jangan pernah memaksa untuk maju mengantre di tengah rel kereta karena disuruh maju oleh mereka. (ren)
sumber : http://us.otomotif.news.viva.co.id/news/read/465483-tips-agar-tak-celaka-saat-lewati-pintu-perlintasan-kereta
Agar tidak terjadi kecelakaan yang sama di kemudian hari, Autonetmagz memberikan tips defensive driving ketika melintasi perlintasan rel kereta api.
Pertama, jangan terobos palang. Ketika palang perlintasan kereta api sudah tertutup, jangan pernah menerobos meskipun kereta terlihat masih jauh atau masih terlihat berhenti di stasiun.
Karena banyak kemungkinan yang dapat terjadi, seperti kereta muncul dari arah berlawanan atau kereta datang lebih cepat dari yang dibayangkan.
Kedua, matikan musik. Ketika melewati perlintasan kereta api usahakan untuk selalu mematikan musik di dalam mobil atau saat mengendarai kendaraan roda dua.
Karena suara musik terutama yang terlalu keras dapat membuat suara peringatan perlintasan rel kereta api tidak terdengar, terutama untuk yang menggunakan earphone ketika menggunakan kendaraan.
Ketiga, perhatikan lampu rambu perlintasan kereta api. Sama seperti suara, perlintasan kereta api juga memiliki sistem pemberitahuan menggunakan dua buah lampu berwarna kuning yang menyala bergantian ketika kereta akan melintas.
Jangan remehkan tanda ini, karena jika alarm suara tanda kereta api tidak berfungsi, lampu ini berfungsi untuk menggantikannya.
Keempat, jangan asal maju ketika macet. Ketika terjadi kemacetan di pintu perlintasan kereta, biasanya pengendara cenderung ingin maju jika ada celah sedikit.
Perhatikan ruang jalan di depan Anda. Jika yakin setelah perlintasan kereta terdapat ruang untuk kendaraan mengantre di kemacetan, barulah majukan mobil.
Namun jika masih padat, jangan sekali-kali mengambil resiko dengan maju ke tengah perlintasan rel kereta api dan berhenti di tengahnya. Ini sangat berbahaya mengingat tidak tahu seberapa lama kemacetan akan menahan kendaraan Anda di tengah perlintasan rel kereta api.
Kelima, perhatikan samping perlintasan kereta api.
Meskipun tidak ada tanda bahaya, tetap lihat samping kanan-kiri rel kereta api.
Jika perlintasan kereta api yang Anda lewati ternyata bukan jalur resmi dan tidak dilengkapi dengan rambu-rambu, pastikan Anda melihat samping kanan dan kiri lebih detail dan ketika melintas upayakan pacu kendaraan sedikit lebih cepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Aji Mumpung
Keenam, hindari kesempatan aji mumpung. Biasanya ketika suara peringatan perlintasan kereta api sudah berbunyi, tetapi palang pintu masih belum tertutup, banyak pengendara yang tak sabaran dan langsung buru-buru tancap gas.
Ini sangat berbahaya, sebab bisa saja jatuh dari motor karena ngebut atau atap mobil terbentur pintu palang kereta api yang sedang menutup.
Terakhir, jangan ikuti kata "Pak Ogah". Terkadang di perlintasan kereta api seringkali menemukan "Pak Ogah" yang ikut mengatur lalu lintas.
Namun ingat, jangan menyerahkan sepenuhnya nyawa kita di tangan mereka. Tetap waspada dan perhatikan lingkungan sekitar. Apalagi ketika macet, jangan pernah memaksa untuk maju mengantre di tengah rel kereta karena disuruh maju oleh mereka. (ren)
sumber : http://us.otomotif.news.viva.co.id/news/read/465483-tips-agar-tak-celaka-saat-lewati-pintu-perlintasan-kereta
Pihak
Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, mengakui bahwa
dalam ospek yang diikuti mahasiswa baru (maba) telah terjadi kekerasan
seksual. Hal itu terlihat dari beberapa foto yang beredar di media
sosial dan pengakuan para saksi.
"Kalau dilihat dari foto-foto yang beredar di media sosial, dan pengakuan para saksi, memang ada kekerasan mengarah seksual saat ospek berlangsung. Tapi yang banyak tahu pihak jurusan, yang bersentuhan langsung dengan kegiatan itu," kata Wakil Rektor I Wayan Mundra ditemui wartawan seusai menemui para pedemo di depan pintu masuk ITN, Senin (9/12/2013).
Namun Wayan mengaku, pihaknya hingga kini masih belum melihat secara jelas semua foto yang beredar di media sosial. "Tapi, kita sudah menjatuhkan sanksi kepada puluhan mahasiswa yang jadi panitia ospek," katanya.
Sanksinya bermacam-macam, kata Wayan. Ada yang dikeluarkan, ada yang dihapus mata kuliah, atau harus mengulangi mata kuliah lagi. "Pihak jurusan yang lebih banyak tahu. Sekarang kami baru tahu lebih detail jenis kegiatannya," kilahnya.
Kegiatan seperti itu, katanya, ditangani langsung oleh pihak jurusan Planologi. Pihak jurusan yang bertanggung jawab. "Yang jelas, jika ada pemberian minum satu botol untuk 114 orang itu sangat tidak wajar," tegasnya.
Sebenarnya, ospek tersebut digelar setelah pasca-kehidupan kampus. "Tujuan utamanya ialah agar mahasiswa paham betul jurusan yang ditempuhnya. Tidak ada perpeloncoan dalam ospek. Kita tegas melarangnya," kata Wayan.
Pihak jurusan, ujar Wayan, sudah memberi izin soal lokasi ospek, yakni di Goa China, Sumbermajing Wetan, Kabupaten Malang, sementara rektorat yang mengikuti jurusan. "Tanda tangan izin lokasi ditandatangani oleh pihak jurusan dan dekan," ungkap Wayan.
sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/09/wakil-rektor-itn-malang-akui-ada-kekerasan-seksual-saat-ospek
"Kalau dilihat dari foto-foto yang beredar di media sosial, dan pengakuan para saksi, memang ada kekerasan mengarah seksual saat ospek berlangsung. Tapi yang banyak tahu pihak jurusan, yang bersentuhan langsung dengan kegiatan itu," kata Wakil Rektor I Wayan Mundra ditemui wartawan seusai menemui para pedemo di depan pintu masuk ITN, Senin (9/12/2013).
Namun Wayan mengaku, pihaknya hingga kini masih belum melihat secara jelas semua foto yang beredar di media sosial. "Tapi, kita sudah menjatuhkan sanksi kepada puluhan mahasiswa yang jadi panitia ospek," katanya.
Sanksinya bermacam-macam, kata Wayan. Ada yang dikeluarkan, ada yang dihapus mata kuliah, atau harus mengulangi mata kuliah lagi. "Pihak jurusan yang lebih banyak tahu. Sekarang kami baru tahu lebih detail jenis kegiatannya," kilahnya.
Kegiatan seperti itu, katanya, ditangani langsung oleh pihak jurusan Planologi. Pihak jurusan yang bertanggung jawab. "Yang jelas, jika ada pemberian minum satu botol untuk 114 orang itu sangat tidak wajar," tegasnya.
Sebenarnya, ospek tersebut digelar setelah pasca-kehidupan kampus. "Tujuan utamanya ialah agar mahasiswa paham betul jurusan yang ditempuhnya. Tidak ada perpeloncoan dalam ospek. Kita tegas melarangnya," kata Wayan.
Pihak jurusan, ujar Wayan, sudah memberi izin soal lokasi ospek, yakni di Goa China, Sumbermajing Wetan, Kabupaten Malang, sementara rektorat yang mengikuti jurusan. "Tanda tangan izin lokasi ditandatangani oleh pihak jurusan dan dekan," ungkap Wayan.
sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/09/wakil-rektor-itn-malang-akui-ada-kekerasan-seksual-saat-ospek
"Bu,
kenapa sih kok bapak kerjanya di pasar, temen-temen Aa bapak nya kerja
nya dikantor, katanya enak bu, kalo dikantor itu bersih, ada komputer
terus ada buku-buku, ntar kalau Aa maen ke kantor bapak, Aa bisa maen
komputer..." Itu pertanyaan polos dari keponakan saya yang baru berumur 5
tahun dan masih duduk di bangku TK.
Mungkin karena faktor teman- temannya di sekolah yang sering bercerita tentang ayah-ayah mereka yang kebanyakan memang pegawai kantoran dan bercerita tentang segala "keistimewaan" bekerja di kantor sehingga muncul pertanyaan tersebut. Tentu saja sang ibu keponakan saya itu berusaha dengan "bahasa yang dapat dimengerti anak-anak" menjelaskan dengan lugas tentang apa itu pekerjaan.
Yang pasti dari sejak kecil, anak-anak memang harus ditanamkan bahwa pekerjaan itu cakupannya luas dan amat luas seluas samudera kalau memang kita bisa mencari, menggali dan mewujudkan walaupun dengan perjuangan yang amat panjang.. apapun bentuk pekerjaan itu, asalkan halal. Dan tentu saja bagi orang-orang yang beruntung mempunyai pendidikan yang tinggi dan pekerjaan yang bagus bukan berarti harus berbesar kepala seolah tidak membutuhkan lagi orang - orang disekelilingnya, terutama orang - orang yang karena pendidikannya terbatas dan hanya berkesempatan untuk menjadi pedagang asongan, pembantu rumah tangga dan lain sebagainya.
Karena semua pekerjaan adalah mata rantai yang tak terputus seperti simbiosis mutualisma yang saling menguntungkan satu sama lain tanpa harus korupsi, tanpa harus sikut sana sikut sini. Dan pekerjaan itu bukan terbatas hanya dikantor saja. Kalau semua orang bekerja dikantor, kita dapat bayangkan betapa sulit ruang gerak kita. Bukan begitu?
Bayangkanlah bila para penumpang bis, angkot dan sebagainya yang akan kelimpungan tujuh keliling bila para supir "ngambek" tidak mau menyupir.
Bayangkanlah bila orang-orang di dalam mobil yang kehausan tapi dia tidak menemukan satupun pedagang asongan yang menjual minuman karena semua pedagang asongan "ngambek" untuk berdagang. Dan saya pernah merasakan tersiksanya kehausan setelah berpeluh keringat mengejar bis sementara pedagang asongan tak kunjung muncul. Ketika itu saya hanya bisa membayangkan betapa indahnya meminum seteguk air yang ditawarkan pedagang asongan andai saja mereka muncul dihadapan saya saat itu.
Bayangkanlah bila murid2 ketinggalan banyak pelajaran karena guru mereka "bosan" mengajar.
Bayangkanlah bila para kontraktor perencana gedung yang "hilang" tender karena buruh2 bangunan "enggan" bekerja.
Bayangkanlah bila para karyawan digedung-gedung perkantoran yang kelaparan saat makan siang.. karena pedagang-pedagang makanan disekitar kantor mereka "mogok" jualan.
Bayangkanlah bila ibu-ibu dirumah yang harus "berpeluh keringat " mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang tiada habis-habisnya karena para khadimat mereka "pulang kampung" dan tidak mau lagi bekerja.
Bayangkanlah bila kantor-kantor, mall-mall ataupun perusahaan-perusahaan yang gedungnya kotor tak terurus karena para petugas cleaning service nya "tidak mau" lagi bekerja.
Ternyata...kita butuh mereka...para supir, pedagang asongan, pedagang makanan, para pembantu rumah tangga dan lain sebagainya. Mereka amat berjasa bagi kita walaupun kadang keberadaan mereka tidak kita hargai.
Keramahan dan penghargaan terhadap orang - orang kecil dan hal - hal kecil amat sangat dibutuhkan, apapun status dan pekerjaan orang tersebut.
Seperti raut muka ceria anak anak ditempat saya mengajar tiap sabtu dan Minggu yang dengan semangatnya menceritakan pekerjaan ayah mereka yang hanya seorang pemulung dimata orang lain. Tetapi dimata mereka ayah mereka lah pahlawan dikeluarga, yang dengan tegarnya menghadapi tantangan hidup, walaupun hanya bisa memberi tempat tinggal sebuah petakan ukuran 3x4 m dengan harga sewa Rp. 70.000 ribu perbulan.
Dan tidak ada salahnya kita bergaul dengan mereka, untuk mengingatkan agar selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
Dan anak-anak yang beruntung karena keluarga mereka berkecukupan pun harus tahu dan diajarkan bahwa disekitar mereka masih banyak anak-anak yang kurang beruntung. Indahnya bila hidup ini saling mengasihi dan menghargai.
Satu hal lagi dari sekian banyak PR yang harus kita bayangkan, yaitu...
Bayangkanlah bila para istri "berhenti total" untuk mengurus anak-anak, suami dan rumah tangga nya karena terlalu jenuh dengan rutinitas seputar dapur, sumur dan kasur. Mengenai hal satu ini ada satu pertanyaan dari salah seorang teman saya, "Lalu kami ini para lelaki harus bagaimana? Membiarkan para istri bekerja dikantor dan anak-anak serta keluarga terbengkalai?"
Ups...tentu saja tidak. At least memberi ruang gerak bagi para istri untuk maju bersama. Intinya maju bersama dalam artian dalam rumah tangga. Kalau suami maju dan berkembang, dia juga harus berfikir dan bertindak untuk membuat istrinya maju juga. Sehingga proses pembelajaran di rumah tangga terus menerus berlangsung, long life learning, sehingga istri bisa mengaktualisasikan diri.
Sehingga konteks rumah tangga itu bukan berarti "memperbantukan" istri ibarat pembantu yang harus stay tune 24 jam sehari dengan tanpa adanya proses pembelajaran buat si istri. Menjadi ibu rumah tangga secara full pun tidak masalah apalagi bila dibarengi dengan kegiatan - kegiatan yang manfaat di sekitar lingkungannya. Menjadi ibu bekerja pun juga tidak masalah asalkan balance antara keluarga dan pekerjaan. Karena yang terpenting dalam keluarga adalah kualitas komunikasi yang intens bukan kuantitasnya, dan saling berbagi tugas dengan suami dalam mengurus rumah tangga.
Dan bagi para ibu, tentu saja bekerja bukan hanya dikantor saja, nanti kalau semua ibu - ibu bekerja dikantor, lalu siapa nanti yang akan sabar mengajar anak - anak TK, SD, SMP, SMU sampaiUniversitas? Siapa yang akan memeriksa ibu - ibu hamil jika saja tidak ada dokter kandungan perempuan? Siapa yang akan berjualan masakan untuk disantap para karyawan?Dan tentu saja masih banyak lagi profesi - profesi lainnya bagi para ibu yang bekerja.
Saya masih ingat dulu saat SD, dibuku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia sering terdapat contoh - contoh kalimat seperti :
"Ibu pergi ke pasar, bapak pergi kekantor..", kalau boleh merevisi nya sih... rasa-rasanya tidak ada salahnya kalau konteks kalimat itu ditambahkan lagi menjadi :
"Ibu pergi mengajar, bapak pergi kekantor"
Atau konteks itu bisa berubah total secara situasional dan kondisional..:
"Pada hari Minggu ... ayah pergi ke pasar, ibu istirahat di rumah..."
Asik kan? Bila saling berbagi tugas apalagi dimulai di Ramadhan yang penuh berkah ini...
Bayangkan dan wujudkan...
Bekasi, Ramadhan penuh cinta 1424 H
dini@mipp.ntt.net.id
sumber : eramuslim
Mungkin karena faktor teman- temannya di sekolah yang sering bercerita tentang ayah-ayah mereka yang kebanyakan memang pegawai kantoran dan bercerita tentang segala "keistimewaan" bekerja di kantor sehingga muncul pertanyaan tersebut. Tentu saja sang ibu keponakan saya itu berusaha dengan "bahasa yang dapat dimengerti anak-anak" menjelaskan dengan lugas tentang apa itu pekerjaan.
Yang pasti dari sejak kecil, anak-anak memang harus ditanamkan bahwa pekerjaan itu cakupannya luas dan amat luas seluas samudera kalau memang kita bisa mencari, menggali dan mewujudkan walaupun dengan perjuangan yang amat panjang.. apapun bentuk pekerjaan itu, asalkan halal. Dan tentu saja bagi orang-orang yang beruntung mempunyai pendidikan yang tinggi dan pekerjaan yang bagus bukan berarti harus berbesar kepala seolah tidak membutuhkan lagi orang - orang disekelilingnya, terutama orang - orang yang karena pendidikannya terbatas dan hanya berkesempatan untuk menjadi pedagang asongan, pembantu rumah tangga dan lain sebagainya.
Karena semua pekerjaan adalah mata rantai yang tak terputus seperti simbiosis mutualisma yang saling menguntungkan satu sama lain tanpa harus korupsi, tanpa harus sikut sana sikut sini. Dan pekerjaan itu bukan terbatas hanya dikantor saja. Kalau semua orang bekerja dikantor, kita dapat bayangkan betapa sulit ruang gerak kita. Bukan begitu?
Bayangkanlah bila para penumpang bis, angkot dan sebagainya yang akan kelimpungan tujuh keliling bila para supir "ngambek" tidak mau menyupir.
Bayangkanlah bila orang-orang di dalam mobil yang kehausan tapi dia tidak menemukan satupun pedagang asongan yang menjual minuman karena semua pedagang asongan "ngambek" untuk berdagang. Dan saya pernah merasakan tersiksanya kehausan setelah berpeluh keringat mengejar bis sementara pedagang asongan tak kunjung muncul. Ketika itu saya hanya bisa membayangkan betapa indahnya meminum seteguk air yang ditawarkan pedagang asongan andai saja mereka muncul dihadapan saya saat itu.
Bayangkanlah bila murid2 ketinggalan banyak pelajaran karena guru mereka "bosan" mengajar.
Bayangkanlah bila para kontraktor perencana gedung yang "hilang" tender karena buruh2 bangunan "enggan" bekerja.
Bayangkanlah bila para karyawan digedung-gedung perkantoran yang kelaparan saat makan siang.. karena pedagang-pedagang makanan disekitar kantor mereka "mogok" jualan.
Bayangkanlah bila ibu-ibu dirumah yang harus "berpeluh keringat " mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang tiada habis-habisnya karena para khadimat mereka "pulang kampung" dan tidak mau lagi bekerja.
Bayangkanlah bila kantor-kantor, mall-mall ataupun perusahaan-perusahaan yang gedungnya kotor tak terurus karena para petugas cleaning service nya "tidak mau" lagi bekerja.
Ternyata...kita butuh mereka...para supir, pedagang asongan, pedagang makanan, para pembantu rumah tangga dan lain sebagainya. Mereka amat berjasa bagi kita walaupun kadang keberadaan mereka tidak kita hargai.
Keramahan dan penghargaan terhadap orang - orang kecil dan hal - hal kecil amat sangat dibutuhkan, apapun status dan pekerjaan orang tersebut.
Seperti raut muka ceria anak anak ditempat saya mengajar tiap sabtu dan Minggu yang dengan semangatnya menceritakan pekerjaan ayah mereka yang hanya seorang pemulung dimata orang lain. Tetapi dimata mereka ayah mereka lah pahlawan dikeluarga, yang dengan tegarnya menghadapi tantangan hidup, walaupun hanya bisa memberi tempat tinggal sebuah petakan ukuran 3x4 m dengan harga sewa Rp. 70.000 ribu perbulan.
Dan tidak ada salahnya kita bergaul dengan mereka, untuk mengingatkan agar selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
Dan anak-anak yang beruntung karena keluarga mereka berkecukupan pun harus tahu dan diajarkan bahwa disekitar mereka masih banyak anak-anak yang kurang beruntung. Indahnya bila hidup ini saling mengasihi dan menghargai.
Satu hal lagi dari sekian banyak PR yang harus kita bayangkan, yaitu...
Bayangkanlah bila para istri "berhenti total" untuk mengurus anak-anak, suami dan rumah tangga nya karena terlalu jenuh dengan rutinitas seputar dapur, sumur dan kasur. Mengenai hal satu ini ada satu pertanyaan dari salah seorang teman saya, "Lalu kami ini para lelaki harus bagaimana? Membiarkan para istri bekerja dikantor dan anak-anak serta keluarga terbengkalai?"
Ups...tentu saja tidak. At least memberi ruang gerak bagi para istri untuk maju bersama. Intinya maju bersama dalam artian dalam rumah tangga. Kalau suami maju dan berkembang, dia juga harus berfikir dan bertindak untuk membuat istrinya maju juga. Sehingga proses pembelajaran di rumah tangga terus menerus berlangsung, long life learning, sehingga istri bisa mengaktualisasikan diri.
Sehingga konteks rumah tangga itu bukan berarti "memperbantukan" istri ibarat pembantu yang harus stay tune 24 jam sehari dengan tanpa adanya proses pembelajaran buat si istri. Menjadi ibu rumah tangga secara full pun tidak masalah apalagi bila dibarengi dengan kegiatan - kegiatan yang manfaat di sekitar lingkungannya. Menjadi ibu bekerja pun juga tidak masalah asalkan balance antara keluarga dan pekerjaan. Karena yang terpenting dalam keluarga adalah kualitas komunikasi yang intens bukan kuantitasnya, dan saling berbagi tugas dengan suami dalam mengurus rumah tangga.
Dan bagi para ibu, tentu saja bekerja bukan hanya dikantor saja, nanti kalau semua ibu - ibu bekerja dikantor, lalu siapa nanti yang akan sabar mengajar anak - anak TK, SD, SMP, SMU sampaiUniversitas? Siapa yang akan memeriksa ibu - ibu hamil jika saja tidak ada dokter kandungan perempuan? Siapa yang akan berjualan masakan untuk disantap para karyawan?Dan tentu saja masih banyak lagi profesi - profesi lainnya bagi para ibu yang bekerja.
Saya masih ingat dulu saat SD, dibuku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia sering terdapat contoh - contoh kalimat seperti :
"Ibu pergi ke pasar, bapak pergi kekantor..", kalau boleh merevisi nya sih... rasa-rasanya tidak ada salahnya kalau konteks kalimat itu ditambahkan lagi menjadi :
"Ibu pergi mengajar, bapak pergi kekantor"
Atau konteks itu bisa berubah total secara situasional dan kondisional..:
"Pada hari Minggu ... ayah pergi ke pasar, ibu istirahat di rumah..."
Asik kan? Bila saling berbagi tugas apalagi dimulai di Ramadhan yang penuh berkah ini...
Bayangkan dan wujudkan...
Bekasi, Ramadhan penuh cinta 1424 H
dini@mipp.ntt.net.id
sumber : eramuslim
Salah
satu kelemahan umat islam adalah karena pelaksanaan ibadah yang
sekedar menjadi rutinitas simbolik. Ibadah dipandang hanya sebagai
kewajiban dan bukannya kebutuhan sehingga bila tidak dilaksanakannya si
pelanggar akan mendapatkan punishment berupa dosa. Esensi ibadah juga
tidak dapat ditangkap apalagi dapat di aplikasikan kedalam kehidupan
sehari-hari. Akhirnya ibadah hanya menjadi ritus yang selesai begitu
sudah dilaksanakan, begitulah kira-kira kritik yang dihembuskan oleh
Abdul Munir Mulkan.
Sholat tidak ditangkap sebagai kontrol terhadap kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh panca indera serta seluruh anggota tubuh. Akibatnya fenomena STMJ ( Sholat terus maksiat jalan ) merupakan kejadian biasa dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pejabat yang taat melaksanakan sholat tetapi tidak sedikit diantara mereka yang tidak sungkan melakukan korupsi. Setiap hari jumat masjid selalu penuk oleh sesaknya umat islam. Tetapi berbagai tindakan kejahatan juga tidak pernah surut bahkan cenderung meningkat. Yang lebih ironi adalah karena pelakunya juga sebagian besar adalah yang mengaku beragama Islam.
Pun begitu juga dengan perintah pelaksanaan jilbab. Kewajiban ini sejatinya bertujuan sebagai hijab guna menutupi dan melindungi aurat kaum muslimat Akan tetapi pada akhirnya berubah menjadi mode semata. Secara kuantitas kaum muslimat yang mengenakan jilbab semakin meningkat. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin banyaknya para pelajar dan mahasiswi di kampus-kampus yang memamakai Jilbab. Tetapi yang patut disayangkan gerakan jilbabisasi tersebut kehilangan esensinya. Banyak para pemudi islam yang menutupi kepala dan telinganya dengan kerudung tetapi sangat suka memakai baju-baju ketat sehingga lekuk-lekuk tubuhnya secara kasat mata menjadi kelihatan.
Secara akal, sebenarnya yang merangsang lawan jenis tentunya bukanlah kepala, rambut maupun telinganya yang ditutupi, akan tetapi justru penampakan tonjolan dan lekukan tubuh. Jilbabisasi yang salah kaprah tersebut tentunya tidak bisa menjawab segala problem sossial. Budaya free seks, kehamilan diluar nikah, pemerkosaan, pelecahan social yang korbannya tidak sedikit memakai jilbab yang salah kaprah adalah bukti kongkret dari kealpaan kita dalam menangkap esensi dari suatau ibadah.
Bukan hanya itu, jilbabisasi tidak lebih dari sebagai komoditas industri yang hanya menguntung para pemilik kapital, juragan mode dan orang-orang berduit yang telah melahirkan mode-mode jilbab. Suburnya toko maupun butik yang meyediakan pakaian muslimat bukanlah suatu hal yang patut dibanggagakan. Berkembangnya sektor tersebut hanya menempatkan umat islam (pemudi Islam umumnya) sebagai obyek penghasil profit bagi para pebisnis kakap yang berkecimpung didalamnya.
Untuk itulah sudah saatnya kita menyadari kealpaan kita. Pemurnian kembali jilbabisasi merupak hal yang amat penting bukan saja semata-mata untuk melaksanakan tuntutan agama, tetapi lebih jauh dari itu supaya dapat mengatasi berbagai persolan sosial. Jilbab hendaknya jangan sekedar dipandang mode dan style apalagi hanya karena tuntutan sekolah, keluarga, lingkungan maupun agama. Akan tetapi pandanglah sebagai kebutuhan yang dapat memberikan perlindungan terhadap si pemakai itu sendiri. Dan satu hal yang tidak kalah pentingnya, memakai jilbab juga tidak hanya selesai menutup kepala, melindungi tonjolan dan lekukan agar tidak kelihatan oleh orang yang bukan muhrim juga merupakan elemen penting yang tidak boleh ditinggalkan. Syukur-syukur pemakaian jilbab juga dibarengi dengan menutupi (Menjaga) perilaku dan sikap kita yang tidak patut dilakukan selayaknya seorang muslimah. Bukankah Demikan !
Penulis: Fayumi Umamah-Penulis adalah Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang [gulbarian_ahmad@yahoo.com ]
sumber : alhikmah.com
Sholat tidak ditangkap sebagai kontrol terhadap kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh panca indera serta seluruh anggota tubuh. Akibatnya fenomena STMJ ( Sholat terus maksiat jalan ) merupakan kejadian biasa dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pejabat yang taat melaksanakan sholat tetapi tidak sedikit diantara mereka yang tidak sungkan melakukan korupsi. Setiap hari jumat masjid selalu penuk oleh sesaknya umat islam. Tetapi berbagai tindakan kejahatan juga tidak pernah surut bahkan cenderung meningkat. Yang lebih ironi adalah karena pelakunya juga sebagian besar adalah yang mengaku beragama Islam.
Pun begitu juga dengan perintah pelaksanaan jilbab. Kewajiban ini sejatinya bertujuan sebagai hijab guna menutupi dan melindungi aurat kaum muslimat Akan tetapi pada akhirnya berubah menjadi mode semata. Secara kuantitas kaum muslimat yang mengenakan jilbab semakin meningkat. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin banyaknya para pelajar dan mahasiswi di kampus-kampus yang memamakai Jilbab. Tetapi yang patut disayangkan gerakan jilbabisasi tersebut kehilangan esensinya. Banyak para pemudi islam yang menutupi kepala dan telinganya dengan kerudung tetapi sangat suka memakai baju-baju ketat sehingga lekuk-lekuk tubuhnya secara kasat mata menjadi kelihatan.
Secara akal, sebenarnya yang merangsang lawan jenis tentunya bukanlah kepala, rambut maupun telinganya yang ditutupi, akan tetapi justru penampakan tonjolan dan lekukan tubuh. Jilbabisasi yang salah kaprah tersebut tentunya tidak bisa menjawab segala problem sossial. Budaya free seks, kehamilan diluar nikah, pemerkosaan, pelecahan social yang korbannya tidak sedikit memakai jilbab yang salah kaprah adalah bukti kongkret dari kealpaan kita dalam menangkap esensi dari suatau ibadah.
Bukan hanya itu, jilbabisasi tidak lebih dari sebagai komoditas industri yang hanya menguntung para pemilik kapital, juragan mode dan orang-orang berduit yang telah melahirkan mode-mode jilbab. Suburnya toko maupun butik yang meyediakan pakaian muslimat bukanlah suatu hal yang patut dibanggagakan. Berkembangnya sektor tersebut hanya menempatkan umat islam (pemudi Islam umumnya) sebagai obyek penghasil profit bagi para pebisnis kakap yang berkecimpung didalamnya.
Untuk itulah sudah saatnya kita menyadari kealpaan kita. Pemurnian kembali jilbabisasi merupak hal yang amat penting bukan saja semata-mata untuk melaksanakan tuntutan agama, tetapi lebih jauh dari itu supaya dapat mengatasi berbagai persolan sosial. Jilbab hendaknya jangan sekedar dipandang mode dan style apalagi hanya karena tuntutan sekolah, keluarga, lingkungan maupun agama. Akan tetapi pandanglah sebagai kebutuhan yang dapat memberikan perlindungan terhadap si pemakai itu sendiri. Dan satu hal yang tidak kalah pentingnya, memakai jilbab juga tidak hanya selesai menutup kepala, melindungi tonjolan dan lekukan agar tidak kelihatan oleh orang yang bukan muhrim juga merupakan elemen penting yang tidak boleh ditinggalkan. Syukur-syukur pemakaian jilbab juga dibarengi dengan menutupi (Menjaga) perilaku dan sikap kita yang tidak patut dilakukan selayaknya seorang muslimah. Bukankah Demikan !
Penulis: Fayumi Umamah-Penulis adalah Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang [gulbarian_ahmad@yahoo.com ]
sumber : alhikmah.com
Di
dalam sebuah lingkup kerja, mungkin Anda pernah menemukan beberapa
karyawan yang sudah bertahun-tahun bekerja namun posisinya selalu sama
dengan pertama kali masuk kerja – atau perubahan tidak signifikan. Lalu
suatu kali, ada karyawan baru yang masuk ke perusahaan dan dalam waktu
beberapa tahun, ia menempati posisi yang lebih dari karyawan lama.
Karyawan lama mungkin merasa kesal dengan prestasi karyawan baru. Tapi
apakah ia tahu apa proses yang sudah dialami oleh si karyawan baru agar
posisinya bisa lebih darinya?
Terkadang manusia merasa aman dan cukup puas ‘ah, saya sih enaknya seperti ini saja’ dengan posisinya sekarang. Jika ada orang lain yang dengan cepat dapat menempati sebuah posisi di atas posisinya, manusia tidak akan suka tanpa mau proses yang dihadapi si orang lain. Mungkin diantara mereka ada yang takut untuk keluar dari pekerjaan yang sekarang dan enggan mencari pekerjaan baru di luar, dengan alasan takut tidak mendapatkan pekerjaan atau pekerjaan yang baru tidak akan sebaik pekerjaan yang sekarang. Mereka takut mengambil resiko yang berada di luar zona nyamannya.
Apa itu zona nyaman (comfort zone)? Menurut Alasdair White (2008), zona nyaman adalah aktivitas mental dimana seseorang menjaga dirinya dari rasa cemas dengan menggunakan perilaku-perilaku untuk menciptakan performa yang stabil, dan biasanya tidak ada keinginan untuk mengambil resiko. Zona nyaman ini sulit diukur karena zona nyaman setiap orang itu berbeda. Dalam kasus di atas, orang tidak mau keluar dari zona nyaman karena mereka takut untuk mengalami kegagalan sehingga mereka memilih berada di dalam zona dan tidak beranjak kemana-mana.
Zona nyaman bisa diperluas dengan pengalaman baru walau terkadang prosesnya tidak mudah dan mungkin menyakitkan. Orang harus merasakan jatuh dan bangun dahulu untuk memperluas zona ini. Misalnya ketika seseorang memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebelumnya, lalu mencoba mengambil pekerjaan lain yang harus dibangun dari awal lagi. Contoh lain berdasarkan pengalaman saya bekerja sebagai guru anak berkebutuhan khusus, awalnya saya takut untuk mengajarkan tiga anak berkebutuhan khusus sekaligus dengan diagnosis yang berbeda karena saya takut suasana jadi chaos, anak tantrum, proses belajar berantakan, dan materi tidak tersampaikan. Namun ketika saya mencoba dan berhasil, saya jadi mengetahui bahwa saya mampu mengatasi ketiga anak tersebut dan bisa memegang kendali pada proses belajarnya. Mungkin jika saya takut dan tidak mau mencoba, saya tidak pernah tahu kemampuan saya.
Banyak orang yang stuck dalam sebuah pekerjaan karena takut keluar dari zona nyamannya. Zona nyaman itu kelihatannya baik namun sebenarnya berbahaya. Perhatikan gambar di bawah ini. Kodok tidak menyadari bahwa ia sedang direbus dalam sebuah kuali. Kodok mempunyai sifat jika dimasukkan ke dalam air dingin kemudian dipanaskan, suhu tubuh kodok akan mengikuti kenaikan temperatur sehingga ia tidak sadar bahwa ia sedang direbus. Begitupun dengan manusia jika terus menerus berada di zona nyaman. Manusia tidak akan mempersepsikan bahwa berada di zona nyaman itu tidak membahayakan, padahal jika berada terus menerus di dalamnya, manusia tidak akan berkembang.
comfort-zone
Jika Anda sekarang takut untuk mengambil resiko dan takut mengalami pengalaman baru karena Anda takut gagal atau takut karir yang Anda bangun selama ini hancur, sebaiknya Anda hilangkan pikiran tersebut. Keluarlah dari zona nyaman Anda, karena mungkin Anda akan menjadi tahu kemampuan tersembunyi di dalam diri Anda yang sebenarnya.
Sumber:
White, Alasdair. 2008. From Comfort Zone to Performance Management: Understanding development and performance. Diambil dari website http://www.pm-solutions.com/Performance_ManagementApril2008.pdf.
http://en.wikipedia.org/wiki/Boiling_frog
http://ruangpsikologi.com/zona-nyaman/
Terkadang manusia merasa aman dan cukup puas ‘ah, saya sih enaknya seperti ini saja’ dengan posisinya sekarang. Jika ada orang lain yang dengan cepat dapat menempati sebuah posisi di atas posisinya, manusia tidak akan suka tanpa mau proses yang dihadapi si orang lain. Mungkin diantara mereka ada yang takut untuk keluar dari pekerjaan yang sekarang dan enggan mencari pekerjaan baru di luar, dengan alasan takut tidak mendapatkan pekerjaan atau pekerjaan yang baru tidak akan sebaik pekerjaan yang sekarang. Mereka takut mengambil resiko yang berada di luar zona nyamannya.
Apa itu zona nyaman (comfort zone)? Menurut Alasdair White (2008), zona nyaman adalah aktivitas mental dimana seseorang menjaga dirinya dari rasa cemas dengan menggunakan perilaku-perilaku untuk menciptakan performa yang stabil, dan biasanya tidak ada keinginan untuk mengambil resiko. Zona nyaman ini sulit diukur karena zona nyaman setiap orang itu berbeda. Dalam kasus di atas, orang tidak mau keluar dari zona nyaman karena mereka takut untuk mengalami kegagalan sehingga mereka memilih berada di dalam zona dan tidak beranjak kemana-mana.
Zona nyaman bisa diperluas dengan pengalaman baru walau terkadang prosesnya tidak mudah dan mungkin menyakitkan. Orang harus merasakan jatuh dan bangun dahulu untuk memperluas zona ini. Misalnya ketika seseorang memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebelumnya, lalu mencoba mengambil pekerjaan lain yang harus dibangun dari awal lagi. Contoh lain berdasarkan pengalaman saya bekerja sebagai guru anak berkebutuhan khusus, awalnya saya takut untuk mengajarkan tiga anak berkebutuhan khusus sekaligus dengan diagnosis yang berbeda karena saya takut suasana jadi chaos, anak tantrum, proses belajar berantakan, dan materi tidak tersampaikan. Namun ketika saya mencoba dan berhasil, saya jadi mengetahui bahwa saya mampu mengatasi ketiga anak tersebut dan bisa memegang kendali pada proses belajarnya. Mungkin jika saya takut dan tidak mau mencoba, saya tidak pernah tahu kemampuan saya.
Banyak orang yang stuck dalam sebuah pekerjaan karena takut keluar dari zona nyamannya. Zona nyaman itu kelihatannya baik namun sebenarnya berbahaya. Perhatikan gambar di bawah ini. Kodok tidak menyadari bahwa ia sedang direbus dalam sebuah kuali. Kodok mempunyai sifat jika dimasukkan ke dalam air dingin kemudian dipanaskan, suhu tubuh kodok akan mengikuti kenaikan temperatur sehingga ia tidak sadar bahwa ia sedang direbus. Begitupun dengan manusia jika terus menerus berada di zona nyaman. Manusia tidak akan mempersepsikan bahwa berada di zona nyaman itu tidak membahayakan, padahal jika berada terus menerus di dalamnya, manusia tidak akan berkembang.
comfort-zone
Jika Anda sekarang takut untuk mengambil resiko dan takut mengalami pengalaman baru karena Anda takut gagal atau takut karir yang Anda bangun selama ini hancur, sebaiknya Anda hilangkan pikiran tersebut. Keluarlah dari zona nyaman Anda, karena mungkin Anda akan menjadi tahu kemampuan tersembunyi di dalam diri Anda yang sebenarnya.
Sumber:
White, Alasdair. 2008. From Comfort Zone to Performance Management: Understanding development and performance. Diambil dari website http://www.pm-solutions.com/Performance_ManagementApril2008.pdf.
http://en.wikipedia.org/wiki/Boiling_frog
http://ruangpsikologi.com/zona-nyaman/
Pelukan,
meskipun hanya dilakukan sebentar, ternyata mendatangkan banyak manfaat
bagi suami istri. Berikut ini adalah tiga diantara sekian banyak
manfaat pelukan bagi suami istri beserta penjelasan ilmiahnya:
1. Menenangkan
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari gua Hira seusai menerima wahyu pertama, beliau menggigil seperti demam. “Zammilunii... zammiluni...” kata beliau meminta Khadijah menyelimutinya. Pada saat itu Rasulullah mengkhawatirkan dirinya, namun dengan dukungan sang istri, kekhawatiran itupun sirna.
“Saat tubuh merasakan sentuhan, nueotransmitter di otak akan mengirimkan hormon Endormorfin ke dalam aliran darah dengan jumlah cukup besar. Hormon tersebut mampu menurunkan ketegangan saraf dan tekanan darah” tulis Cahyadi Takariawan dalam Wonderful Family.
Demikianlah, Anda juga bisa mempraktekkannya. Jika suami Anda kalut, galau, atau menghadapi masalah, peluklah ia. Sebagai istri, Anda adalah orang yang paling berhak menenangkannya. Buktikan bahwa diri Anda adalah perhiasan terbaik di muka bumi.
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah” (HR. Muslim).
Demikian pula jika istri Anda menghadapi masalah atau mengkhawatirkan buah hatinya, yang sedang sakit misalnya. Pelukan Anda akan membantu menenangkan dirinya.
2. Memberikan dukungan
Sebuah penelitian yang dilakukan University of California membuktikan, suami istri yang saling berpegangan tangan dan bersentuhan dapat mengurangi rasa sakit. Penelitian lain menunjukkan, berpelukan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memberikan semangat.
Pepatah Arab mengatakan, “Di balik pahlawan besar selalu ada perempuan agung.” Maka jika Anda menginginkan suami berprestasi dan menjadi pahlawan, dukungan Anda adalah salah satu kuncinya. Dukungan tidak selalu harus berupa kata-kata. Terlebih bagi banyak pria, mereka kurang bisa menjadi pendengar yang baik. Maka sedikit kata yang kau bisikkan disertai pelukan akan menjadi salah satu dukungan dan motivasi besar baginya.
“Perempuan bagi banyak pahlawan,” kata Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia, “adalah penyangga spiritual, sandaran emosional; dari sana mereka mendapatkan ketenangan dan gairah, kenyamanan dan keberanian, keamanan dan kekuatan. Laki-laki menumpahkan energinya di luar rumah dan mengumpulkannya kembali di dalam rumah.”
3. Mendekatkan hubungan
Terkadang, sulit bagi suami istri yang sedang marahan atau berselisih untuk memulai meminta maaf dengan kata-kata. Nah, jika Anda saat ini sedang ada “masalah”dengan istri atau suami Anda, dekatilah ia. Kemudian peluklah ia. Jika bibir belum mampu bicara banyak, cukup kalimat singkat “Maafkan aku sayang.”
Pelukan seperti ini tentu saja tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi konflik. Pelukan yang rutin dilakukan oleh suami istri akan semakin mendekatkan hubungan keduanya. Wallaahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]
sumber : http://www.bersamadakwah.com/2013/01/3-manfaat-pelukan-bagi-suami-istri.html
1. Menenangkan
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari gua Hira seusai menerima wahyu pertama, beliau menggigil seperti demam. “Zammilunii... zammiluni...” kata beliau meminta Khadijah menyelimutinya. Pada saat itu Rasulullah mengkhawatirkan dirinya, namun dengan dukungan sang istri, kekhawatiran itupun sirna.
“Saat tubuh merasakan sentuhan, nueotransmitter di otak akan mengirimkan hormon Endormorfin ke dalam aliran darah dengan jumlah cukup besar. Hormon tersebut mampu menurunkan ketegangan saraf dan tekanan darah” tulis Cahyadi Takariawan dalam Wonderful Family.
Demikianlah, Anda juga bisa mempraktekkannya. Jika suami Anda kalut, galau, atau menghadapi masalah, peluklah ia. Sebagai istri, Anda adalah orang yang paling berhak menenangkannya. Buktikan bahwa diri Anda adalah perhiasan terbaik di muka bumi.
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah” (HR. Muslim).
Demikian pula jika istri Anda menghadapi masalah atau mengkhawatirkan buah hatinya, yang sedang sakit misalnya. Pelukan Anda akan membantu menenangkan dirinya.
2. Memberikan dukungan
Sebuah penelitian yang dilakukan University of California membuktikan, suami istri yang saling berpegangan tangan dan bersentuhan dapat mengurangi rasa sakit. Penelitian lain menunjukkan, berpelukan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memberikan semangat.
Pepatah Arab mengatakan, “Di balik pahlawan besar selalu ada perempuan agung.” Maka jika Anda menginginkan suami berprestasi dan menjadi pahlawan, dukungan Anda adalah salah satu kuncinya. Dukungan tidak selalu harus berupa kata-kata. Terlebih bagi banyak pria, mereka kurang bisa menjadi pendengar yang baik. Maka sedikit kata yang kau bisikkan disertai pelukan akan menjadi salah satu dukungan dan motivasi besar baginya.
“Perempuan bagi banyak pahlawan,” kata Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia, “adalah penyangga spiritual, sandaran emosional; dari sana mereka mendapatkan ketenangan dan gairah, kenyamanan dan keberanian, keamanan dan kekuatan. Laki-laki menumpahkan energinya di luar rumah dan mengumpulkannya kembali di dalam rumah.”
3. Mendekatkan hubungan
Terkadang, sulit bagi suami istri yang sedang marahan atau berselisih untuk memulai meminta maaf dengan kata-kata. Nah, jika Anda saat ini sedang ada “masalah”dengan istri atau suami Anda, dekatilah ia. Kemudian peluklah ia. Jika bibir belum mampu bicara banyak, cukup kalimat singkat “Maafkan aku sayang.”
Pelukan seperti ini tentu saja tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi konflik. Pelukan yang rutin dilakukan oleh suami istri akan semakin mendekatkan hubungan keduanya. Wallaahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]
sumber : http://www.bersamadakwah.com/2013/01/3-manfaat-pelukan-bagi-suami-istri.html








